Bagaimana Cara Membuat Pivot Chart pada Microsoft Excel?
Pengertian Pivot Chart
Pivot Chart adalah sebuah grafik yang digunakan untuk menganalisis dan menampilkan data dalam format visual yang lebih mudah dipahami. Pivot Chart bekerja dengan menghubungkan Pivot Table, yang memungkinkan Anda untuk menganalisis data dalam bentuk tabel dinamis, dengan sebuah grafik untuk menyajikan informasi secara lebih visual.
Pivot Chart sangat berguna ketika Anda memiliki sejumlah besar data dan ingin melihat tren atau pola tertentu. Dengan Pivot Chart, Anda bisa mendapatkan gambaran yang jelas tentang hubungan antar elemen data, seperti total penjualan berdasarkan wilayah, produk, atau waktu.
Langkah-langkah Membuat Pivot Chart pada Microsoft Excel
-
Persiapkan Data
Pastikan data yang akan digunakan sudah disusun dalam bentuk tabel yang rapi, dengan header kolom yang jelas dan tidak ada data yang kosong. Biasanya, data tersebut harus memiliki kolom-kolom yang relevan, seperti tanggal, kategori produk, jumlah penjualan, dan wilayah.
Contoh Data:
| Tanggal |
Produk |
Wilayah |
Penjualan |
| 01/01/2022 |
A |
Jakarta |
500 |
| 01/01/2022 |
B |
Bandung |
300 |
| 02/01/2022 |
A |
Surabaya |
400 |
| 02/01/2022 |
B |
Jakarta |
600 |
-
Pilih Data
Pilih seluruh data yang ingin digunakan untuk membuat Pivot Table dan Pivot Chart. Pastikan Anda memilih seluruh data, termasuk header kolom, agar Pivot Table dapat memanfaatkan seluruh informasi yang ada.
-
Membuat Pivot Table
Untuk membuat Pivot Chart, Anda terlebih dahulu harus membuat Pivot Table. Berikut langkah-langkahnya:
-
Klik tab "Insert" di menu utama Excel.
-
Pilih "PivotTable" dari bagian "Tables".
-
Pada jendela yang muncul, pastikan "Select a table or range" dipilih dan data yang Anda pilih sebelumnya sudah muncul.
-
Tentukan di mana Anda ingin menempatkan Pivot Table: pilih "New Worksheet" atau "Existing Worksheet" sesuai kebutuhan.
-
Klik OK.
-
Atur Pivot Table
Setelah Pivot Table terbuka, Anda akan melihat Panel PivotTable Field List di sisi kanan layar Excel. Di sini, Anda bisa menarik dan meletakkan berbagai field (kolom data) ke dalam area Rows, Columns, Values, dan Filters.
Misalnya:
-
Rows: Tarik "Wilayah" ke dalam area Rows untuk melihat data berdasarkan wilayah.
-
Columns: Tarik "Produk" ke dalam area Columns untuk membandingkan produk.
-
Values: Tarik "Penjualan" ke dalam area Values untuk menghitung total penjualan.
Setelah menyesuaikan field di Pivot Table, data akan diolah dan ditampilkan dalam bentuk tabel.
-
Membuat Pivot Chart
Setelah Pivot Table siap, Anda bisa membuat Pivot Chart untuk menyajikan data dalam bentuk visual yang lebih mudah dimengerti:
-
Klik di dalam Pivot Table yang telah dibuat.
-
Klik tab "Insert" di menu utama Excel.
-
Pada grup "Charts", pilih jenis Pivot Chart yang ingin Anda buat, misalnya Column, Bar, Line, atau Pie Chart.
-
Setelah memilih jenis chart, Pivot Chart akan muncul di worksheet yang sama atau worksheet baru (tergantung pada pengaturan Anda).
-
Sesuaikan Pivot Chart
Setelah Pivot Chart muncul, Anda bisa menyesuaikan tampilannya:
-
Judul Grafik: Klik dua kali pada judul chart untuk mengeditnya sesuai dengan topik data yang ditampilkan.
-
Elemen Chart: Anda bisa menambahkan elemen seperti legend, axis titles, data labels, dan lain-lain melalui tab Chart Tools yang muncul di menu ketika Pivot Chart dipilih.
-
Gaya Grafik: Excel menyediakan berbagai gaya grafik untuk membuat tampilan lebih menarik dan mudah dibaca. Pilih gaya yang sesuai di tab Design atau Format.
-
Mengupdate Pivot Chart
Jika data yang ada di Pivot Table berubah atau diperbarui, Anda hanya perlu melakukan refresh pada Pivot Table untuk memperbarui Pivot Chart.
Tips dalam Menggunakan Pivot Chart
-
Filter Data: Anda dapat menambahkan filter pada Pivot Table untuk hanya menampilkan data tertentu. Misalnya, memilih untuk menampilkan hanya data penjualan untuk produk tertentu atau dalam periode tertentu.
-
Eksplorasi Data: Dengan Pivot Chart, Anda dapat menggali lebih dalam dan mencoba menampilkan data dari berbagai sudut pandang, misalnya dengan mengubah kategori di baris dan kolom untuk melihat variasi yang berbeda.
-
Menggunakan Chart Kombinasi: Excel memungkinkan Anda membuat chart kombinasi, misalnya gabungan antara bar chart dan line chart, yang sangat membantu untuk membandingkan dua jenis data sekaligus (misalnya penjualan produk A dan B di wilayah yang berbeda).
Kesimpulan
Membuat Pivot Chart di Microsoft Excel adalah cara yang sangat efektif untuk mengorganisir, menganalisis, dan memvisualisasikan data. Dengan menggabungkan kemampuan Pivot Table dan Pivot Chart, Anda dapat memperoleh wawasan yang lebih dalam dan jelas mengenai data yang Anda miliki, serta mempresentasikannya dalam bentuk grafik yang menarik dan mudah dipahami. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda dapat membuat Pivot Chart untuk berbagai kebutuhan analisis data di Excel.